[Tujuan Hidup Manusia] 

Pertama: Waktu di isi dengan Ibadah kepada Allah


Kedua: Waktu di isi dengan menuntut ilmu agar ibadahnya itu benar.

Ketika dua hal itu telah diketahui, yakni sebuah titik akhir perjalanan hidup di dunia ini. Bahwa hidup yang terbaik adalah yang seluruh waktunya di isi dengan dua hal tersebut. Maka selanjutnya adalah berbicara tentang prosesnya yang dilalui untuk bisa mencapai tujuan itu.

Proses untuk bisa mengisi waktu dengan ibadah, hanyalah satu jalannya, yakni dengan menuntut ilmu, khususnya bagian yang menjadi Fardhu 'Ain.

Maka teramkum sudah, bahwa pada intinya hidup itu adalah perjalanan menuntut ilmu, terus menerus, sambil beramal, dan memperbaiki amal tersebut dengan ilmunya.

Kemudian, dalam menuntut ilmu itu tidak mungkin luput dari interaksi dengan sesama manusia, atau makhluk Allah. Maka di dalam ilmu itu ada dua pokok, yang pertama adalah Hak dan yang kedua adalah Kewajiban.

Hak itu adalah bentuk keuntungan yang diterima dari sebuah ilmu, atau amala. Misalnya, apabila berbuat ini maka akan mendapat itu, dst..

Adapun yang dimaksud kewajiban, itu terbagi menjadi dua, yakni perintah dan larangan.

Menutup sedikit tulisan ini dengan sebuah hadist... Semoga dengan hal itu, bisa menjadi ibrah agar senantiasa menjaga hak dan kewajiban, baik terhadap Allah, maupun antar sesama hamba.

"Rasulullah bersabda: “Tahukah kamu, siapakah yang dinamakan muflis (orang yang bangkrut)?”.

Sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami ialah orang yang tidak punya dirham (uang) dan tidak pula punya harta benda”.

Sabda Nabi: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku datang dihari kiamat membawa salat, puasa dan zakat. Dia datang pernah mencaci orang ini, menuduh (mencemarkan nama baik) orang ini, memakan (dengan tidak menurut jalan yang halal) akan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang ini. Maka kepada orang tempat dia bersalah itu diberikan pula amal baiknya. Dan kepada orang ini diberikan pula amal baiknya. Apabila amal baiknya telah habis sebelum hutangnya lunas, maka, diambil kesalahan orang itu tadi lalu dilemparkan kepadanya, sesudah itu dia dilemparkan ke neraka (HR. Muslim).

6 Februari 2022